Halaman

22 Mei 2011

Setahun Tumbang Ternyata Berdiri Lagi
Tribun Lampung - Kamis, 12 Mei 2011 21:11 WIB
Share |
AMBIL1.JPG
Warga Desa Tanjungning Lama Tengah, Kecamatan Tebingtinggi, Empatlawang, tengah menguliti pohon petai yang berdiri kembali setelah tumbang setahun lalu.
ISTIMEWA
SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Unik sekaligus aneh yang terjadi pada pohon petai milik Jahim (52), warga Desa Tanjungning Tengah, Kecamatan Tebingtinggi. Pohon petai berdiameter sekitar 30 centimeter yang sudah setahun tumbang kini kembali tegak layaknya kembali hidup dengan ditopang akarnya kembali tertanam di dalam tanah.

Fenomena aneh ini pun menghebohkan masyarakat setempat dan sekitarnya, bahkan dari luar Empatlawang. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha mengambil kulit batang yang tinggal empat meter lagi itu, karena mereka menganggap pohon itu memiliki kekuatan gaib, yakni bisa menyembuhkan berbagai penyakit hingga untuk perjodohan.

Menurut keterangan Jahim (52) pemilik kebun, pohon pete itu sudah tumbang setahun yang lalu dan mati, bahkan sebagaian besar batang sudah dijadikan kayu bakar.

“Seminggu yang lalu, saya dan istri saya kembali menyulang kayu itu, namun kami terkejut karena pohon itu kembali berdiri saat kami menyulang, apalagi berdiri secara perlahan. Setelah kejadian itu, hingga sekarang akarnya tetap kokoh di tanah dan batangnya tetap berdiri, meskipun sudah mati,” ujar Jahim didampingi istrinya, Kamis (12/5/2011).

Namun lanjut Jahim, sampai sekarang ini, tidak ada tanda-tanda ataupun merasakan kekuatan gaib setetelah pohon itu berdiri kembali. Hanya saja berbagai anggapan masyarakat muncul bahwa kayu itu memiliki tuah.

Selain itu juga ada sejumlah orang pintar mengatakan, adanya makhluk gaib menaungi pohon yang tumbuh ditepian aliran siring panjang desa itu.

“Setiap harinya selalu ramai warga yang melihat dan mengambil kulit kayu itu. Ya, kita tidak keberatan kalau mereka mengambil, semoga saja nantinya memang ada keberuntungan bagi kami dan masyarakat,” katanya.

Kades Tanjungning Tengah, Adi Kusuma tak menampik ratusan warga dari berbagai daerah mendatangi pohon aneh itu setelah informasi adanya kayu yang kembali tegak itu. Tidak sedikit juga warga desa lain yang rela merental mobil angdes untuk melihat dan mengambil potongan kayu yang dianggap memiliki khasiat itu.

“Awalnya informasi hanya dari mulut ke mulut, meneyebar hingga beberapa desa tetangga hingga masyarakat dari luar Empatlawang. Hampir setiap hari ratusan warga datang berkunjung, bahkan hingga malam hari pun tetap ramai,” ujarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer